<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477</id><updated>2011-04-22T08:37:11.617+07:00</updated><title type='text'>Mutiara Cinta</title><subtitle type='html'>Cinta datang kepada mereka yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang amsih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupunmereka telah disakiti sebelumnya dan mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-114316334334478683</id><published>2006-03-24T08:21:00.000+07:00</published><updated>2006-03-24T08:22:23.366+07:00</updated><title type='text'>Cerita trenyuh</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Dipublikasi oleh aharis Annida No.12 Th.XIApril 1984 Menjelang Ujian Akhir SMPGempa hebat melanda keluargaku, dan telah memporakporandakan bangunanhatiku. Allahu Robbi, kenapa Bapak tega melakukan semua ini? Tak tegamelihat ibu yang diam mematung dengan air mata berlelehan. Sementara PakJono, Pak Dodi, teman sekantor Bapak menjelaskan dengan bahasa yang dibuatsehalus mungkin. Aku mengintip takut-takut dari lubang kunci, raut wajahIbuyang tiba-tiba menegang, lalu air mata yang tumpah bak banjir bandang.Bapak dipecat, karena menyelewengkan dana kantor dan terbukti melakukantindakan asusila dengan rekan wanitanya di kantor. Bahkan, wanita itu telahdiberinya rumah di Kecamatan Pare, tiga puluh kilometer dari rumah kami.Bapak dipenjara atas tuduhan korupsi dan berselingkuh dengan istri orang.Aku tahu, bukan sekali ini saja Bapak mengkhianati Ibu. Sebagai anak tertuaaku sudah bisa membaca hubungan kedua orang tuaku. Namun baru kali inikulihat Ibu begitu terpukul. Tentu, dengan dipecatnya Bapak, berarti asaptak akan mengepul lagi di tungku keluarga kami. Sementara lima orang anakperempuan setiap hari membutuhkan jatah nasi yang tidak sedikit.Melihat Ibu bermuram durja, semangat belajarku hilang seketika.Mei 1984Ujian Akhir, 03.00 PagiSuara lantunan ayat-ayat suci membangunkanku dari lelap. Ibu! Begitubiasanya beliau membangunkan kami untuk shalat lail. Segera kutepuk Tiniuntuk menyusul Ibu. Mata adikku masih memerah menahan kantuk. Tapikusemangati dia, "Ayo, katanya ingin berdoa, Tini ingin minta apa?" Malambegini dingin menyambut kami di kamar mandi. Air terasa seperti butiran es.Kuusap mataku dan mata Tini sambil tersenyum, sekejap kemudian kesegaranmengaliri seluruh tubuh. Lenyap sudah kantuk yang memberati mata. Ibumenyambut kami dengan senyum, tapi.... Matanya begitu sembab, pasti Ibuhabis menangis. "Mana adik-adikmu yang lain, Nduk?" kami salingberpandangan, lalu menggeleng dan tersenyum malu. Habis, sulit sekalimembangunkan Lastri dan Tinah, bisa ditendang aku nanti, maklum, merekamasih kecil. Usai tahajud, aku terus mengambil buku dan belajar. Ibumenemani sambil meneruskan tadarus Qur'an-nya. Ibu.... Bagaimana orangsealim Ibu bisa mendapatkan orang seperti Bapak. Ah, ngelantur aku ini,kalau tidak ada Bapak, berarti aku juga tidak ada.Akhir Mei 1984Akhirnya, selesai sudah ujian akhirku. Alhamdulillah leganya. Setidaknyaakumulai bisa memikirkan yang lain untuk membantu mengurangi beban Ibu.Yah, mau bagaimana lagi, Ibu memutuskan menjual sebagian tanah warisannyauntuk menebus Bapak dari penjara. "Bagaimana pun dia bapakmu, Wuk, sejahatdan sebejat apa pun kelakuannya, darahnyalah yang mengalir di tubuhmu."Aku juga tak tahu musti harus bagaimana. Rasanya kaget tiba-tiba ikutterlibat dalam permasalahan rumit ini. Tapi Ibu butuh teman bicara. Danaku,anak sulungnyalah yang bisa melakukan itu. Ya, mesti cuman sebatasmendengarkan. Menanti Bapak pulang seperti menunggu datangnya makhluk asingdari planet lain. Ada rindu, ada benci, ada juga rasa asing yang tak bisakumengerti. Entahlah, dari dulu kami memang tak bisa dekat. Bapakmenginginkan anak laki-laki, sementara kelima anaknya perempuan.Barangkali itulah yang membuat sulit sekali diajak bermanja. Suatu sore,saat matahari senja merah saga memenuhi langit, Bapak benar-benar pulang.Sosoknya yang tinggi besar memenuhi pintu rumah. Dan Ibu menyambutnyaseperti biasa, dengan mencium tangan Bapak, dan menyuruh kami melakukan halyang sama. Tanpa beban, seolah tak terjadi apa pun yang pernah mengguncangkeluarga kami. Kucari dendam di mata Ibu, tapi ya Rabbi, mata itu begituikhlas dan tabah. Sementara hatiku sudah mulai tertorehi luka.Agustus 1984Perekonomian keluarga kami benar-benar terpuruk. Aku tak bisa melanjutkankuliah. Jangankan untuk mendaftar SMA, untuk makan sehari-hari pun mulaikesulitan. Bapak berpamitan untuk mencari kerja di Bogor. Memang di kotakecil seperti Kediri, mencari pekerjaan baru bukanlah hal mudah, apalagiuntuk orang yang namanya sudah cacat seperti Bapak. Ibu mengambil alihperekonomian dengan membuka warung pecel di depan rumah. Pagi buta sampaisiang, Ibu mengurus warung pecelnya. Sore hingga malam membuat krecek,makanan ringan dari irisan singkong kering yang digoreng dan dibumbuhi gulamerah serta cabai. Aku membantu Ibu sekuatnya. Aku punya kewajiban moraluntuk membantunya, kalau bukan aku, siapa lagi? Bangun pukul empat pagikinitak terasa dingin lagi. Sepagi itu aku dan Ibu mulai ke pasar.Tiba di rumah, kami berbagi tugas. Aku mencuci baju, Tini membersihkanrumah. Setelah beres, kami membantu Ibu menyaingi sayuran. Ketikaadik-adikku berangkat sekolah aku mulai menyiapkan potongan-potongansingkong untuk digoreng. Bila malam tiba, sambil mengajari mereka, aku danIbu membungkus krecek ke dalam plastik agar esok pagi bisa kuedarkan kewarung-warung dan pasar Kandat. Ya Allah, Pengatur nasib umat, aku sangatbangga pada Ibu. Di tengah himpitan ini beliau masih terus berkhusnudzankepada-Mu, terus mengajari kami bersabar, dan terus membimbing kami dengancintanya. Ya Allah, berikanlah segala kebaikan-Mu untuk Ibu dan kamisekeluarga. Dan berilah kesadaran untuk Bapak, ya Allah, bahwa kami adalahputri-putri yang juga mengharap cintanya. Amin.Agustus 1986Bapak datang. Datang! Setelah sekian lama tanpa kabar dan kiriman apa pun.Datang dengan sederet tuntutan dan lecehan pada Ibu. Tuntutan ataskehadirananak laki-laki yang tak mampu dilahirkan Ibu. Dan satu pelecehan lagi yangmembuat darahku berpacu ke ubun-ubun, beliau mengaku sudah menikah di Bogordan mempunyai seorang anak laki-laki. Tuntutan untuk menjual sisa tanah,dengan alasan anak laki-laki lebih berhak memperoleh daripada kami. Semuadikatakan Bapak saat kami kesulitan untuk sekedar mengisi perut. Entahkeberanian apa yang membuatku lancang kepada Bapak.Kupukul dan kucakar lelaki yang kusebut bapak itu sehingga sebuah tamparankeras mendarat di pipiku. Ibu yang tersimpuh di atas tubuhku dengan isakpelan, dan umpatan kasar Bapak, "Perempuan sialan, perempuan pincang!Seperti ini kau didik anakmu? Huh, dari dulu aku memang malu punya istriseperti kamu, dasar pincang!" Kali ini giliran Ibu yang mendapat tamparanBapak. Sakit.... Sakit hatiku mendengar Ibu diumpat seperti itu.Kaki Ibu memang tidak normal, terserang polio sedari kecil. Tapi bukanberarti ia tidak sempurna mendidik kami. Sungguh ia satu-satunya wanitayangmembetot habis rasa cinta dan hormatku lebih dari apa pun. Satu lagi lukatertoreh. Kupandang Bapak dengan mata menyala. Biar..... biarlah Bu, Bapakmengambil tanah itu. Kita buktikan bahwa kita bisa hidup tanpa bantuannyabila itu yang Bapak mau. Aku berjanji, aku bertekad, akan kulakukan apa pununtuk Ibu dan adik-adikku.Januari 1990Rumah Makan Padang "Siang Malam", Gringsing, Kendal Aku membawa trukbermuatan kelapa memasuki pelataran rumah makan. Sisa setengah perjalananlagi menuju Jakarta. Ahmad dan Pak Gono membuka mata.Dengan sopan aku menyilahkan mereka untuk beristirahat. Sementara aku harusberburu waktu mencari musholla, shalat Isya'. Celana hitam, jaket gombrangcoklat, dan jilbab kaos hitam telah menyulapku menjadi sosok yang cukupdikenal di rumah makan ini. Pemiliknya Pak Haji Yassin juga kenal denganku.Karena itu aku memilih tempat ini sebagai tempat istrirahat bila nyopir kearah barat. Selain lingkungannya apik, baik, juga ada musholla yang nyamantempat aku istirahat sejenak. Sesekali bahkan Bu Haji menyuruhku istirahatdi ruang belakang mereka. Sementara aku istirahat, Ahmad biasa mencuci kacadepan truk, mengisi air radiator, mengecek mesin, dan ban, serta tak lupamenyiapkan sebotol kecil kopi hangat di samping jok untuk persiapan nanti.Truk ini milik Pak Jono, teman Bapak. Aku yang dipercaya mengelolanyadengansistem sewa. Dulu, hampir tiap hari aku keluar masuk desa untuk menawarkanjasa transportasi ini. Kini tinggal memetik hasilnya. Para petani danpedaganglah yang datang apabila membutuhkan truk sekaligus sopirnya. Akutakpernah bercita-cita menjadi seorang sopir. Tidak, tidak karena itu dunialaki-laki yang keras dan penuh bahaya. Tapi aku tak punya pilihan lain.Hanya pekerjaan ini yang bisa menghasilkan uang paling banyak. Sekalinyopiraku bisa mengantongi uang lima puluh ribu sampai seratus ribu. Bahkan bilamusim panen, aku bisa memegang hingga satu juta rupiah sebulan.Alhamdulillah. Karena selain menyopir, aku juga memasok beberapa komoditipasar seperti kelapa, pisang, semangka ke beberapa kota sekeliling Kediri.Tentu, dengan bagi hasil dengan Pak Jono.Ibu terus berjualan pecel dan membuat krecek. Kini hanya dibantu Sundarikarena Sutini dan Sulastri sudah kuliah di Kedokteran Universitas AirlanggaSurabaya. Sedang Partinah memilih ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.Bahagia rasanya melihat mereka terus sekolah, lebih bahagia karena merekatak pernah mengecewakan lelehan keringatku. Mereka belajar keras, bahkansangat keras untuk membahagiakan Ibu dan kakaknya yang sopir truk ini.Sekali waktu, Tini pernah marah padaku, ia minta diijinkan bekerja untukikut membantu ekonomi keluarga. Tapi adikku itu mengkeret begitu melihatkumemandang tajam ke arahnya. Adikku.... Maafkan Mbak Tiwuk. Biar Mbak Tiwuksaja yang berkorban, satu saja! Kalian semua jadilah manusia yang berhasil.Dengan lulus UMPTN, dengan kuliah yang benar, dengan cepat lulus, itu sudahcukup membantu Mbak Tiwuk. Sudah membuat Mbak bahagia. Jangan pikirkan yanglain. Doa Mbak untuk kalian semua.Juli 1993Rumah Makan "Ayem Tentrem", Pelabuhan Ketapang Sudah larut malam ketika akuberistirahat, menunggu kapal yang akan berangkat ke Pulau Bali. Ini rutepertamaku. Agak gamang juga. Tapi Ahmad, kenekku meyakinkan bahwa ia pernahke Denpasar sebelumnya, jadi aku tak perlu khawatir tersesat. Deretan trukterparkir dalam keremangan pelabuhan. Aku turun, mencari musholla dantempatnyaman untuk menyantap rantang makanan bekal dari Ibu. Menjelang pukul dua,kudengar keributan di sekitar trukku. Ahmad berteriak-teriak, aku tertegun.Segerombolan preman tengah merubungnya. Tukang palak rupanya. Sementara PakSabar, pemilik kayu gelondongan yang kuangkut tergigil pucat pasi di sisitruk. Pemalakan tidak tanggung-tanggung karena kami orang baru, diharuskanmembayar biaya keamanan sebesar seratus ribu. Sejenak mereka melongo begitutahu sopirnya wanita. Tapi tak pernah kugunakan sebutan itu untuk bersikaplemah, terlebih ini menyangkut hak untuk mencari penghidupan halal, hakasasi setiap umat untuk meneruskan hidupnya.Setelah gertakan untuk melapor polisi tak ditanggapi, terpaksa kuladenitantangannya. Ahmad satu tingkat di bawahku di perguruan Perisai Diri.Jadi aku bisa mengandalkannya. Seratus ribu bukan jumlah yang sedikit.Apalagi Sulastri membutuhkan biaya untuk praktikumnya. Perkelahian berjalantak seimbang, dua lawan tujuh. Kami bertarung sengit, tiga orang berhasilkami buat jatuh, seorang yang bertindak sebagai pemimpinnya berbuat nekad,saat tendangan kaki kiriku kuarahkan ke si brewok, ia menohok dari samping.Cras... kaki berbalut sepatu kets-ku berlumuran darah. Perih, darah keluardengan deras. Aku masih bisa menangkis dua, tiga serangan, setelah itugelap. Saat sadar aku telah berada dalam salah satu bangsal di RSUBanyuwangi. Menurut dokter, setelah sembuh nanti kemungkinan aku akanmengalami sedikit pincang. Sejumlah memar juga menghiasi leher danpunggung.Rupanya saat aku sudah jatuh mereka masih menendangiku. Untunglah Pak Sabardatang tepat pada waktunya dengan dua orang polisi pelabuhan. Aku bersyukurkarena Ahmad dan Pak Sabar tak terluka. Ah, peristiwa pahit. Tapi tak akanmelemahkan semangatku untuk terus mencari nafkah, karena lima bulan lagiSundari lulus SMA.Februari 1995Kutuntun Ibu ke dalam ruangan penuh spanduk dan karangan bunga.Subhanallah, matahari pagi pucuk-pucuk pinisium ikut tersenyum memandangkami. Hari ini Sutini disumpah menjadi seorang dokter. Map hitam berlogoalmamater diserahkan kepada Ibu dan aku sambil menahan tangis. "Ini....Untuk Ibu dan Mbak Tiwuk."Kupeluk adikku, kuusap keningnya."Seandainya setiap kakak di dunia ini seperti Mbak Tiwuk.....," ujarnyadengan mata basah."Seandainya semua adik di dunia seperti kalian, tidak akan ragu seorangkakak melakukan apa pun," kami berpelukan, kurengkuh bahu adikku, Tini yangbulan depan akan mengakhiri masa lajangnya, disunting oleh temanseangkatan,pemuda soleh yang bulan kemarin bersama keluarganya mengkhitbah Tini dirumah kecil kami. Jemputlah masa depanmu Adikku....Mbak Tiwuk ikhlas kau langkahi.Mei 1997Rumah Makan "Baranangsiang", BogorMenyebut kota ini menimbulkan luka lagi yang menganga, Bapak..... pelankueja namanya. Nama laki-laki yang seharusnya menanggung beban di ataspundakku. Pernikahan Tini kemarin beliau hadir, juga saat Tinah diakadkan.Semanis apa pun wajah kupasangkan, tak bisa membangun jembatan kemesraananak beranak di antara kami. Hati ini terlanjur sakit. Pada saat kupandangwajah Ibu, masih dengan tulus yang sama menyambut kepulangan Bapak.Alangkah luas telaga maafmu, Ibu. Sementara hanya setitik hormat yang masihkupunya. Menurut berita yang kudengar, usaha Bapak di Bogor maju pesat,dengan seorang istri dan dua anak laki-laki yang diidamkannya.Syukurlah jika Bapak bahagia. Semoga waktu akan mengurai kebekuan hati inihingga terbentuk maaf yang tulus untuknya. Karena aku tak mau selamanyajadianak durhaka. Bukankah Allah telah begitu adil dengan apa yang telah kamiterima selama ini? Sungguh aku bersyukur.......Mei 2000Rumah berdinding setengah bata setengah bambu kami terasa bertambah tua,atap dapur bahkan nyaris dorong. Seperti juga kerut pada Ibu, juga wajahnyayang makin mengental. Jika ada kesempatan untuk bernafas, inilah saatnya.Keempat adikku sudah mentas semua. Tinggal Sundari, itu pun sudah hampirmandiri, karena selain menyelesaikan S2, ia juga mengajar di sebuahyayasan.Kini perhatianku beralih ke Ibu. Ibu yang membesarkan kami dengan keduatangannya, dengan kakinya yang terseok, yang selalu membentengi kamimelaluidoa yang rutin dipanjatkan di setiap malam, melalui puasa Senin-Kamis,dengan keprihatinannya, juga dengan sabar dan cintanya."Wuk, bisa nggak ya niat Ibu kesampaian. Ibu ingin sekali melihatBaitullah." Satu kata itulah yang menjadi perhatianku kini. Maka, ketikaTini, Tinah, dan Lastri menawarkan diri untuk merenovasi rumah, kalimat itukuulang pada ketiga adikku. Dengan sisa tabungan dan sumbangan mereka, akuberharap bisa memenuhi permintaan Ibu.Juli 2000"Dunia begitu indah karena kami memiliki kakak seperti engkau. Terimakasih,Mbak...." Kueja kalimat itu berulang. Sebuah cincin permata berlianmenyertai kertas itu. Ah, aku lupa, hari ini aku berulang tahun. Aku memangselalu lupa dan tak pernah memikirkannya. Setitik air membasahi pipi, sudahberapa lama aku tidak menangis? Kucium kertas itu.Adik-adikku, dunia pun sangat indah karena aku memiliki kalian, juga Ibu.Terima kasih ya Alah.Februari 2001Garuda Indonesia, Boeing 737, Jamaah Haji Kloter 12 Pada Allah semua tujuanhidup bermuara. Tak pernah kubenci dan kusesali hidupku. Karena aku telahmemandang semuanya dengan syukur dan karenanya sepahit apa pun kenyataanakan tetap terasa indah. Inna ma'al 'usri yusro, sesungguhnya dibalikkesulitan itu ada kemudahan. Allah akan memberi kemudahan itu pada setiaphambanya yang sabar. Sering aku tak percaya bisa melakukan semua ini,karenatugas itu nyaris usai. Allah Yang Maha Pemurah, telah memberiku kesempatanhidup lebih panjang dari yang divonis dokter. Gadis dengan cacat jantungbawaan seperti aku...... rasanya tak percaya. Allah, jika Engkau ijinkan,berilah hamba waktu lagi minimal untuk bisa berjumpa dengan Bapak, agarkebekuan ini mencair. Untuk sebuah kata maaf yang belum pernah bisakukeluarkan, karena aku, Tiwuk Hartati, pernah mempunyai doa yang sangatjelek untuknya. Biarlah maaf itu tumbuh seperti sejuta telaga kasih milikIbu.Awan putih menyembul di balik kaca, bararak meniupkan simponi syahdu.Seolah aku sedang duduk di antaranya, membaca tanpa gerak bibir, bahasayangsantun dan dewasa, mengantarku dalam kedalaman rasa tiada tara. Ibumemejamkan mata di seat sebelah, tenang dan damai. Oh Ibu, akhirnyapenantianmu usai sudah. Lihatlah Bu, lihat awan itu. Ia akan mengantar kitake suatu tempat yang paling Ibu dambakan. Kuusap lembut jemari kisut dankasar itu. Ibu.... Lelah guratan hidupmu, membayang pada raut wajah itu,tapi tak bisa mengurangi keagungan cinta milikmu. Kukecup lembut dan kubawatangan itu ke atas dada. Di bandara tadi, harta-hartamu mengantar kepergiankita dengan haru: Dokter Sutini, Dokter Sulastri, Insinyur Partinah, dancalon guru kita Sundari, juga suami-suami mereka dan keponakanku yanglucu-lucu: Hanif, Asfa, dan Abdus. Tawamu jernih dan tulus ketika menciummereka satu per satu, mutiara hidupmu. Wajah damaimu Ibu, adalah bentukkepasrahan seorang hamba dalam menjalani garis hidup Sang Pencipta, tanpakeluh dan putus asa. Kepasrahan dalam ketegaran yang senantiasa yakin akanpertolongan Khaliknya. Kurasakan burung besi ini semakin meninggi, memecahudara, diiringi senyum hangat pramugari-pramugari anggun berbaju muslimahyang menawarkan makanan.Kuambilkan satu untukmu, Ibu....Garuda pun membelah angkasa menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.Semakin jauh meninggalkan Jakarta, meninggalkan Kediri. Dan satu harapanlagi, dengan izin-Mu akan terwujudkan. Allah Maha Besar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-114316334334478683?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/114316334334478683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=114316334334478683&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114316334334478683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114316334334478683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2006/03/cerita-trenyuh.html' title='Cerita trenyuh'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-114078710393019096</id><published>2006-02-24T20:17:00.000+07:00</published><updated>2006-02-24T20:18:23.940+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya Cinta PertamaAuthor: Abu AufaLunglai...Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringatyang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuanganhidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai.Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun iatersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan.Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang,padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihatmatanya berbinar-binar senang seraya takhenti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes airbening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.Bagai melepas kerinduan yang teramat dalam, pipi yangmasih kemerah-merahan itu dicium dengan lembut dankepalanya dibelai dengan manja. Yang dirindukan punsedikit menggeliat. SubhanaLlah, betapa indahnyaciptaan-Mu, ya Allah. Mata kecilnya memang belum bisamelihat dengan sempurna, namun nalurinya berkata,dirinya berada di tangan seseorang yang sangatmencintainya.Elusan lembut dan sapaan yang sering terdengar saatmasih di dalam rahim, kini dapat dirasakan. Aura cintapun memancar dari kedalaman hati seorang ibunda,menyelimuti sang buah hati yang baru saja menyapadunia dengan lengkingan tangisannya.Indah, bahkan teramat indah...Cinta ibunda memang cinta yang paling indah. Cinta ituselalu ada di sisi mereka, dan tiada pernah ragu untukdilimpahkannya. Mereka-lah yang tak pernah kenal lelahmenjaga dan membesarkan kita semua. Bahkan ketika kitabelum mengenal sepatah kata, ibunda jua yangmengajarkan tentang makna kasih sayang dan cinta.Adakah cinta yang dapat menyaingi cinta seorangibunda? Betapa dengan kasihnya, masa kehamilandilewati dengan keikhlasan dan kesabaran. Perasaanmual, pusing, ditambah dengan membawa beban diperutnya yang semakin hari semakin berat, hingga saatantara hidup dan mati ketika melahirkan, tak akandapat tergantikan oleh cinta-cinta lain yang penuhkepalsuan. Ibunda pun bagaikan pelabuhan cinta bagi anak-anaknya.Kerelaan mereka untuk sekedar disinggahi, laluditimbun dengan segala resah dan gundah, bahkanamarah, hanya dibalas dengan senyum kesabaran. Takheran, seorang ibunda sanggup memelihara sedemikianbanyak anak yang dilahirkannya, namun belum tentu satuanakpun bersedia menjaga dirinya hingga beliau tutupusia.Aaah...Rasanya kita semua pernah mengalami jatuh cinta. Dancinta pertama itu selalu terhatur pada seseorang yangselalu berada di samping kita, tempat curahan suka danduka. Ketika lapar, dengan tangannya ia menyuapkanmakanan, diberikannya air susu dengan tulus saat kitahaus, hingga diajarkannya berakhlak mulia bagaikanRasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam, uswatunhasanah. Ibunda memang bukan hanya madrasah pertama bagianak-anaknya, tapi mereka-lah cinta pertama kita.Dan apakah ada cinta yang paling indah daripada cintapertama?WaLlahua'lam bi shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-114078710393019096?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/114078710393019096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=114078710393019096&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114078710393019096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114078710393019096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2006/02/assalamualaikum-wr-wb-indahnya-cinta.html' title=''/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-114008328824900309</id><published>2006-02-16T16:47:00.000+07:00</published><updated>2006-02-16T16:48:08.250+07:00</updated><title type='text'>P U A S A</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK PERLU AJARI KAMI BERPUASAHari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becakmenuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya udara begitu segar, anginlembut menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu takberlangsung lama, keheninganku terusik dengan suara kunyahan daribelakang, "Abang becak ...?"Ya, kudapati ia tengah lahapnya menyuap potongan terakhir pisanggoreng di tangannya. Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi."Heeh, puasa-puasa begini seenaknya saja dia makan ...," gumamku.Rasa penasaranku semakin menjadi ketika ia mengambil satu lagi pisanggoreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudibecaknya, dan ... untuk kedua kalinya saya menelan ludah menyaksikanpemandangan yang bisa dianggap tidak sopan dilakukan pada saatkebanyakan orang tengah berpuasa."mmm ..., Abang muslim bukan? tanyaku ragu-ragu."Ya dik, saya muslim ..." jawabnya terengah sambil terus mengayuh"Tapi kenapa abang tidak puasa? abang tahu kan ini bulan ramadhan.Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa. Kalau pun abang tidakberpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa. Jadi abang janganseenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa ..." derasaliran kata keluar dari mulutku layaknya orang berceramah.Tukang becak yang kutaksir berusia di atas empat puluh tahun itumenghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian pisang goreng itumasih menyumpal mulutnya. Sesaat kemudian ia berusaha menelannyasambil memperhatikan wajah garangku yang sejak tadi menghadap ke arahnya."Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narikbecak. Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisanggoreng ini makanan pertama abang sejak tiga hari ini."Tanpa memberikan kesempatan ku untuk memotongnya,"Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami sudah takasing lagi dengan puasa," jelas bapak tukang becak itu."Maksud bapak?" mataku menerawang menunggu kalimat berikutnya."Dua hari pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur danberbuka. Kami berpuasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orangseperti adik berpuasa hanya sejak subuh hingga maghrib, sedangkan kamikadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya ...""Jadi ...," belum sempat kuteruskan kalimatku,"Orang-orang berpuasa hanya di bulan ramadhan, padahal kami terusberpuasa tanpa peduli bulan ramadhan atau bukan ...""Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang gorengini, malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormatiorang yang berpuasa, tapi..." kalimatnya terhenti seiring dengantibanya saya di tempat tujuan.Sungguh. Saya jadi menyesal telah menceramahinya tadi. Tidaksemestinya saya bersikap demikian kepadanya. Seharusnya saya bisamelihat lebih ke dalam, betapa ia pun harus menanggung malu untukmakan di saat orang-orang berpuasa demi mengganjal perut laparnya.Karena jika perutnya tak terganjal mungkin roda becak ini pun tak kanberputar ...Ah, kini seharusnya saya yang harus merasa malu dengan puasa sayasendiri? Bukankah salah satu hikmah puasa adalah kepedulian? Tapikenapa orang-orang yang dekat dengan saya nampaknya luput dariperhatian dan kepedulian saya?"Wah, nggak ada kembaliannya dik...""hmm, simpan saja buat sahur bapak besok ya ..."Saya jadi teringat seorang teman di Kelompok Kerja Sosial Melati, iapunya motto hidup yang sederhana, "Kami Peduli".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-114008328824900309?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/114008328824900309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=114008328824900309&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008328824900309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008328824900309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2006/02/p-u-s.html' title='P U A S A'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-114008309010930085</id><published>2006-02-16T16:44:00.000+07:00</published><updated>2006-02-16T16:44:50.110+07:00</updated><title type='text'>K E R A S  H A T I</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Sedemikian Keraskah Hati Ini?Di dalam perjalanan menuju kantor, saya terlelap menikmati sejuknya udaradalam bis. Tak terasa hingga kondektur bis membangunkanku untuk menagihongkos, dengan mataku yang masih merejap kuulurkan sejumlah uang untukmembayar ongkos bis. Dan ... samar mataku menangkap sosok seorang ibusetengah baya berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Tapi, rasa kantuk danlelah ku mengalahkan niat baik untuk memberikan tempat duduk untuk ibutersebut.Turun dari bis, baru lah sisi baik hati ini bergumam, "Andai saya berikantempat duduk kepada ibu tadi, mungkin pagi hari ini keberkahan bisakuraih". "Siapa tahu ridha Allah untuk ku di hari ini dari doa dan terimakasih ibu itu jika saja kuberikan tempat dudukku ..." Ah, kenapa barukemudian diri ini menyesal?Semalam dalam perjalanan pulang dengan kereta api, duduk di hadapan sayaseorang bapak berusia 40-an. Lewat seorang penjual air minum kemasan, dania segera menyetopnya untuk membeli. Tangan kirinya memegang segelas airminum kemasan sementara tangan satunya merogoh-rogoh kantongnya. Sesaat iamemperhatikan beberapa keping yang ia mampu raih dari bagian terdalamkantongnya, ternyata ... ia mengembalikan segelas air minum kemasan yangsudah digenggamnya kepada penjual air sambil menahan rasa hausnya.Saya yang sedari tadi di depan bapak itu hanya bisa menjadikan serangkaianadegan itu sebagai tontonan. Tidak ada tawaran kebaikan keluar dari mulutini untuk membelikannya air minum, meski di kantong saya terdapat sejumlahuang yang bahkan bisa untuk membeli dua dus air minum kemasan! Bayangkan,cuma 500 rupiah yang dibutuhkan bapak itu tapi hati ini tak juga tergerak?Kemarin, sebelum Isya, juga dalam perjalanan pulang. Hanya berjarak 200meter dari kantor, saya melewati pemandangan yang menyentuh hati. Dipinggir jalan Wijaya, Jakarta Selatan, sekeluarga pemulung tengah menikmatipenganan kecil berbuka puasa mereka. Suami, istri beserta dua anaknya itutetap lahap meski yang mereka nikmati hanya sebungkus kue -entah pemberiansiapa. Sempat langkah ini terhenti setelah tujuh atau delapan langkahmelewati mereka, sempat pula saya berpikir untuk menghampiri keluarga ituuntuk sekadar mengajak mereka makan. Tapi ... bayangan ingin segera bertemuanak-anakku di rumah mengalihkan langkahku untuk meneruskan perjalanan.Padahal, dengan uang yang saya miliki saat itu, sepuluh bungkus nasi gorengpun bisa saya belikan. Apalagi jumlah mereka hanya empat kepala. Dan kalaupun harus tergesa-gesa, toh semestinya saya bisa memberikan sejumlah uanguntuk makan mereka malam itu, atau juga untuk sahur esok hari. Duh, kenapakaki ini justru meneruskan langkah sekadar untuk memburu kecupan keduaputriku sebelum mereka tidur?Pagi ini. Saya coba renungi semua perjalanan hidup ini. Ya Tuhan, sudahsedemikian keras kah hati ini? Sehingga tanpa rasa berdosa kulewatkanbegitu banyak kesempatan berbuat baik. Bukankah selama ini saya selaluberdoa agar Engkau memberikanku kemudahan untuk berbuat baik terhadapsesama? Tetapi ketika Engkau berikan jalan itu, saya malah melewatkannya.Berikan kesempatan itu lagi untukku, Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-114008309010930085?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/114008309010930085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=114008309010930085&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008309010930085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008309010930085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2006/02/k-e-r-s-h-t-i.html' title='K E R A S  H A T I'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-114008293080215195</id><published>2006-02-16T16:41:00.000+07:00</published><updated>2006-02-16T16:42:59.753+07:00</updated><title type='text'>A R T I   C I N T A</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;``Bisa saya melihat bayi saya?`` pinta seorang ibuyang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketikagendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membukaselimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungilitu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yangmenungguinya segera berbalik memandang ke arah luarjendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa keduabelah telinga!Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kinitelah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengansempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak anehdan buruk.Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumahdan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yangmenangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengankekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isakberkata, ``Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.`` Anak lelaki itutumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pundisukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkanbakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, ``Bukankahnantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?``Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorangdokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.``Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telingauntuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersediamendonorkan telinganya,`` kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang maumengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnyamereka memanggil anak lelakinya, ``Nak, seseorang yangtak ingin dikenal telah bersedia mendonorkantelinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semuaini sangatlah rahasia,`` kata sang ayah.Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki barupun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubahmenjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaandari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerjasebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, ``Yah,aku harus mengetahui siapa yang telah bersediamengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belummembalas kebaikannya.`` Ayahnya menjawab, ``Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orangyang telah memberikan telinga itu.`` Setelah terdiamsesaat ayahnya melanjutkan,``Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untukmengetahui semua rahasia ini.``Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetapmenyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yangmenyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dananak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunyayang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut,sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujurkaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah....bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. ``Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkanrambutnya,`` bisik sang ayah. 'Dan tak seorang punmenyadari bahwa ia telah kehilangan sedikitkecantikannya bukan?'Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilantubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakikitidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun padaapa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dandiketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namuntidak diketahui.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-114008293080215195?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/114008293080215195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=114008293080215195&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008293080215195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/114008293080215195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2006/02/r-t-i-c-i-n-t.html' title='A R T I   C I N T A'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-113011977601249261</id><published>2005-10-24T09:09:00.000+07:00</published><updated>2005-10-24T09:13:06.583+07:00</updated><title type='text'>Cintailah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Temukan Cinta Anda. Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailahorang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan daripertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, makacintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendoronganda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiappengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampakmenyenangkan juga.Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, makacintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda:tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, ataugumpalan awan dari balik jendela.Apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintaidari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Takada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergidan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indahselain melakukan dengan rasa cinta yang tulus. *~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cintailah semua report yg diminta tanpa rasa kesal, menggerutu&lt;br /&gt;karena dikejar-kejar oleh waktu...ok pren...&lt;br /&gt;nikmati waktu yg berjalan....&lt;br /&gt;dan jangan lupa, SMILE...!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-113011977601249261?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/113011977601249261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=113011977601249261&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/113011977601249261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/113011977601249261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/10/cintailah.html' title='Cintailah'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112946682286489020</id><published>2005-10-16T19:44:00.000+07:00</published><updated>2005-10-16T20:06:45.793+07:00</updated><title type='text'>KISAH POHON APEL</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;KISAH POHON APEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiaphari.&lt;br /&gt;Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu.&lt;br /&gt;Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi&lt;br /&gt;bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.&lt;br /&gt;Suatu hari ia mendatangi pohon apel.&lt;br /&gt;Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya.&lt;br /&gt;Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel&lt;br /&gt;yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon&lt;br /&gt;apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah&lt;br /&gt;untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh&lt;br /&gt;menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon&lt;br /&gt;apel.&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting&lt;br /&gt;pohon apel itu dan pergi dengan gembira.&lt;br /&gt;Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu&lt;br /&gt;senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;”Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.&lt;br /&gt;”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi&lt;br /&gt;berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk&lt;br /&gt;pesiar?”&lt;br /&gt;”Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang&lt;br /&gt;tubuhku dan menggunakannya untuk membuat k apal yang kau mau.&lt;br /&gt;Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”&lt;br /&gt;Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan&lt;br /&gt;membuat kapal yang diidamkannya.&lt;br /&gt;Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui&lt;br /&gt;pohon apel itu.&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun&lt;br /&gt;kemudian.&lt;br /&gt;”Maaf anakku,” kata pohon apel itu. ”Aku sudah tak memiliki&lt;br /&gt;buah apel lagi untukmu.”&lt;br /&gt;”Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah&lt;br /&gt;apelmu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;”Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,”&lt;br /&gt;kata pohon apel.&lt;br /&gt;”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku&lt;br /&gt;berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah&lt;br /&gt;tua dan sekarat ini,” kata p ohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;”Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.&lt;br /&gt;”Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat&lt;br /&gt;lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”&lt;br /&gt;”Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah&lt;br /&gt;tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah&lt;br /&gt;berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.&lt;br /&gt;Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan&lt;br /&gt;air matanya.&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua.&lt;br /&gt;Pohon apel itu adalah orang tua kita.&lt;br /&gt;Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya&lt;br /&gt;datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana&lt;br /&gt;untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat&lt;br /&gt;kita bahagia.&lt;br /&gt;Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak&lt;br /&gt;sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita&lt;br /&gt;memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.&lt;br /&gt;Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.&lt;br /&gt;Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita&lt;br /&gt;mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang&lt;br /&gt;telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112946682286489020?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112946682286489020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112946682286489020&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112946682286489020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112946682286489020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/10/kisah-pohon-apel.html' title='KISAH POHON APEL'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700809621295333</id><published>2005-08-27T08:47:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:48:16.216+07:00</updated><title type='text'>Bagi Yang masih Single</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang masih single&lt;br /&gt;Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyaibanyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antaraemas dan kuningan tercampur menjadi satu.Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepadaseluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnyamengambil kepingan emas terserah mereka.Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulitsekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu manayang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun adaperaturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih danmengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannyalagi.Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karatatau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebunraja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akanmenambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka denganberhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikankepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungansetengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dansetengah hari lagi untuk memutuskan.Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut,karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanyakepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehinggasatu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu"tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itutidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini,apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangatterbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambilemas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itukepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkausudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalahuang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berartimenambah keuntunganku".Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, makatampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggamkepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diamdisini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudahbulat untuk mengambil emas itu?",mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atauengkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagiberusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itusemakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkaumendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab"tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas danmana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidaktahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanyakuninganpun saya juga tidak tahu", "lalu mengapa engkau tidak mencobabertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanyaprajutit itu lagi."Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya rajayang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karatdan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji rajauntuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnyalugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagisaya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau sayabekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeliemas tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orangini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannyasaya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "tidakkah engkaumengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masihada waktu?" tanya prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu,kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambilkeputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentusaya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskanuntuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untukmenjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata"wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalahhadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidakseorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu,jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karenaia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat olehrakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahutentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdikepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karatitu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari,setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kaliansemua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadakumenanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orangyang datang kepadaku untuk menanyakannya".Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatudari emas rakyatnya. Dikutip dari :Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli : When We Have toChoiceBerharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalammencari pasangan hidup :1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar (setengah hariuntuk memilih)Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupaemas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalahitu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untukberkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hariuntuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, samadengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudahmendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapatyang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telahmendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secaraobyektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangatpenting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Andabersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinyasebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasashock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampumenerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalahdalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernahmengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkarmungkin).Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidaksehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubunganAnda, yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehinggadengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya.Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagiuntuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akantetapi pertimbangkan dengan baik hal ini. 3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusanuntuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan daripasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya denganorang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengandiri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan.Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangankuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karatpada emasnya.Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Diayang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlahsolusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagidan bercerai lagi???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun diaterimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalahsetengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Andatidak boleh menukar atau menyia- nyiakan emas Anda, jadi peliharalahpasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan.Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah denganTuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700809621295333?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700809621295333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700809621295333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700809621295333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700809621295333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/bagi-yang-masih-single.html' title='Bagi Yang masih Single'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700803942277403</id><published>2005-08-26T08:47:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:47:19.423+07:00</updated><title type='text'>Cinta Pertama</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;:: yaNG perTaMa ::Bila ini benar-benar cinta,..Inilah saat terindah yang kurasa,..Dalam tatapan matamu aku terpana,..Menembusi jaring hati dan asa,..Mengalir hangat gelora,..seuntai harap agar dia kupunya,..Agar terus dapat berjumpa,..Menumpahkan rasa rindu yang membara,..Mereguk puas manisnya rasa,..Yang pertama kali menemani nada,..Cinta dan perasaan bahagia,..Ini cinta pertama,..Ingin terus rasa ini kupunya,..Tak rela melepas bahagia dan indahnya,..Kesadaran lalu datang membahana,..Tak mungkin dia kupunya,..Namun ini yang pertama,..Pertama tetaplah seperti ini rasanya,..Pertama tetaplah yang pertama,..:: untuK para peciNtA ::Bukanlah CINTA...ataukan CINTA... Telapak tangan berkeringat, hati terasa deg-degan, suara nyangkut di dalam tenggorokan Hal itu bukanlah cinta, tapi suka ... tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi ... Apakah kita bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang? Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur... Apakah kita menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda? Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian ... Apakah kita masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan ... Apakah kita menerima pernyataan cintanya karena kita tidak ingin menyakiti hatinya? Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan ... Apakah kita bersedia untuk memberikan semua yang kita suka untuk dia? Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati ... Apakah kita merasa cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita lain? Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa takut kehilangan dirinyaApakah kita mengatakan padanya bahwa hanya dialah satu satunya hal yang kita pikirkan? GOMBAL ... Apakah kita masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata ?Itulah CINTA...Apakah kita masih bisa untuk menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? itulah CINTA....Apakah kita masih tertarik pada orang lain, tapi ingin selalu bersamanya dengan setia? Itulah cinta ... Apakah kita rela untuk memberikan hati kita, kehidupan kita, dan kematian kita kepadanya? Itulah cinta ... Apakah hati kita merasa tercabik bila dia sedang bersedih? Itulah cinta ... Apakah kita menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar? Itulah cinta ... Apakah kita ikut merasa terluka bila dia sedang sakit? Itulah cinta ... Apakah kita selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena rasa sayang kepadanya? Itulah CINTA.....Apakah matanya melihat pada hati kita yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa kita secara dalam sekali sampai terasa nyeri ?Itulah CINTA .....Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and UN-EXPLAINED, tapi yg terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh ALLAH Terimalah pasangan kita dengan segala KEKURANGAN dan KELEBIHANNYA. karena CINTA itu harus saling memberi dan menerima dengan segala KE IKHLASAN HATI..:: HaMpa..::..mata ku tak mampu terpejamberbayang saat ku masih bersamamusuatu masa indah andai semua hal itu menjadi nyataberdua dalam jalinan cintahingga kini ku masih menungguwalaupun hanya sebatas temanmunamun untuk ku, diri mu adalah segalanyasemua hidupku seakan tiada arti segenap jiwa terasa hampa di sinisendiri tanpa hadirmutanpa sosok dan senyummuku hanya ingin kau tahu..aku masih mencintai dirimuaku sangat menyayangi dirimukuingin kau memberi sebuah harapan padakuharapan yang mampu membuatku bangkitharapan yang mampu membuatku tersenyumkarna engkau adalah seorang yang mengerti diri kudikala sepi dan sendiri..aku hanya mampu tersenyum memandang bayangan di pikirankuseolah-olah kau memanggilku tuk kembali kepada mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700803942277403?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700803942277403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700803942277403&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700803942277403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700803942277403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/cinta-pertama.html' title='Cinta Pertama'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700789487099907</id><published>2005-08-25T08:44:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:44:54.873+07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Engkau Datang....???&lt;br /&gt;Assalammu'alaikum Wr. Wb....Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.Calon suamiku, ...Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.Wahai calon suamiku, ...Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.Wahai calon suamiku, ...Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.Calon suamiku yang selalu ku nanti,...Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.Calon suamiku,...Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.Calon suamiku,...Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.Dari ku yang merindukanmuWassalamualaikum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700789487099907?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700789487099907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700789487099907&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700789487099907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700789487099907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/surat-cinta.html' title='Surat Cinta'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700781603288388</id><published>2005-08-24T08:43:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:43:36.033+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan adalah Pilihan</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan adalah Pilihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5864/1375/1600/gunung.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki "Sang Jenderal Penakluk" oleh rakyat.Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak. Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja. Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, "Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang." Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!" seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos… Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, "Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!" Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, "Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita." Sang Jenderal menukas, "Apa iya sih?" sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar…Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia.Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya, kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif."The most proactive thing we can do is to 'be happy'," begitu kata Stephen R. Covey dalam buku 7 Habits-nya.&lt;br /&gt;sumber : I love Blue dot kom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700781603288388?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700781603288388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700781603288388&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700781603288388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700781603288388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/kebahagiaan-adalah-pilihan.html' title='Kebahagiaan adalah Pilihan'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700749515005735</id><published>2005-08-23T08:37:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:38:15.153+07:00</updated><title type='text'>Sayang Anak Pa Mobil?</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang Anak pa Mobil&lt;br /&gt;Abah, kembalikan tangan Ita.........ingatlah....semarah apapun, jgnlah bertindak keterlaluan..............kepada semua parents,Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran......Sebagai ibu kita patut juga menghalang perbuatan suami kita memukulespecially pada anak2 yg masih kecil dan tak tau apa2.Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampaiwaktunyauntuk badan2 kebajikan educate org M'sia untuk praktikkan konsep 'timeout" jika anak2 buat salah.rgds.kaySepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar -mninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja.Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun.Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibukbekerjabermain diluar,tetapi pintu pagar tetap dikunci.Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas buaian yang dibelibapanya,ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain dihalamanrumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret sementempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya terbuat darimarmer,coretantidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya... kerana mobilitu bewarna gelap, coretannya tampak jelas.Apa lagi kanak-kanak inipunmembuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu bapak danibunyabermotor ke tempat kerja kerana macet ada perayaanThaipusam.Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kirimobil.Dibuatnyagambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing danlainsebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpadisadari sipembantu rumah.Pulang petang itu, terkejut pasangan itu melihat kereta yangbaru setahun dibeli dengan bayaran angsuran. Si bapak yangbelum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini?"Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Diajuga beristighfar.Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengistuannya.Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakanTak tahu... !" "kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kaulakukan?"hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar darikamarnya.Dengan penuh manja dia berkata "Ita yg membuat itu abahhh.. cantikkan!"katanya sambilmemeluk abahnya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilangkesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya didepannya, terus dipukulkannyaberkali2 kw telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apaterlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.Puas memukul telapaktangan, siayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkansaja,seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukuprakusmemukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumahmenggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 danberdarah.Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambildiaikutmenangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saatluka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anakkecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersamapembantu rumah.Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembanturumahmengadu. "Oleskan obat saja!" jawab tuannya, bapak si anak.Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yangmenghabiskanwaktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tigahariberlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu jugabegitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Itademam...jawap pembantunya ringkas.Kasih minum panadol ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidurdia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalampelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya.Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhubadanIta terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap"kata majikannya itu.Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Doktormengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius. Setelahseminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.Tidak ada pilihan.." katanya yang mengusulkan agar kedua tangananak itu dipotong kerana gangren yang terjadi sedah terlaluparah.Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perludipotong dari siku kebawah" kata doktor.Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibumeraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mataisterinya, si bapak terketar-ketar madandatangani surat persetujuanpembedahan. Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yangsuntikkanhabis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihatkedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya.Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat merekasemuamenangis.Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalamlinangan air mata.Abah.. Mama... Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau ayahpukul.Ita tak maujahat. Ita sayang abah.. sayang mama." katanya berulang kalimembuatkansi ibu gagal menahan rasa sedihnya.Ita juga sayang Kak Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah,sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.Abah.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akanmengulanginyalagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermainnanti? Ita janji tdk akanmencoret2 mobil lagi," katanya berulang-ulang.Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 diasekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapatmenahannya.jika tidak dapat apa yang kita suka...belajarlah utk menyukai apayangkita dapat.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700749515005735?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700749515005735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700749515005735&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700749515005735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700749515005735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/sayang-anak-pa-mobil.html' title='Sayang Anak Pa Mobil?'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700742962221196</id><published>2005-08-22T08:36:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:37:09.623+07:00</updated><title type='text'>Menikah</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warning Buat Yg Mo Nikah&lt;br /&gt;Tuk smua orang di 123 khususnya ato didunia umumnya yg saat ni sdg berharap, berusaha n berencana tuk menikah, ada beberapa warning yg bs dijadikan bahan pemikiran, penilaian serta pertimbangan. warning2 itu adalah :&lt;br /&gt;1. Jangan menikah karena hartaTidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpacinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat."Cinta" yang sesat dan sesaat dapat diperolehsetiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapatdibeli dengan harta.&lt;br /&gt;2. Jangan menikah karena perasaan asmaraRasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakanasmara yang sering disalahartikan sebagai cinta.Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubaholeh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itubuta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji. Cintaperlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.&lt;br /&gt;3. Jangan menikah karena rupa sajaKecantikan yang diluar memang indah, tapi dapatluntur termakan umur. Utamakanlah kecantikan yangdi dalam.&lt;br /&gt;4. Jangan menikah karena ibaIba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalamhidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasarpernikahan. Kasihan dapat habis,tapi kasih tidakberkesudahan. Dasar pemikahan adalah kasih, bukankasihan&lt;br /&gt;5. Jangan menikah untuk kepuasan sex sajaMemang sex suci dan penting dalam hubungansuami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuanutama dari pemikahan. Sex hanyalah salah satubagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejarkenikmatan sex akan kecewa dan terjerat olehkesusahan yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;6. Jangan menikah karena paksaan keluargaSeorang anak harus berbakti kepada keluarga, namuntidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau merekamemang salah dan anda benar. Berdoalah danberikanlah penjelasan kepada mereka, jangan dengankekerasan.&lt;br /&gt;7. Jangan menikah karena desakan usiaBila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekansudah berpasangan, orang akan mulai gelisah(terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asaltabrak dan sikat." Hindarilah tindakan tersebut.Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudahmenyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takutkehabisan jatah dan kadaluarsa.&lt;br /&gt;8. Jangan menikah untuk membalas jasaOrang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapijangan dengan pernikahan.&lt;br /&gt;Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan,dan merupakan yang terpenting adalahJangan Menikah Tanpa Pengertian Dan PersiapanDenganTindakan Yang Nyata.Menikahlah Menurut Pola Rencana Allah. DaripadaSalah Dan Mengundang Derita, Lebih Baik MenungguMenikah. Jika tidak diteguhkan oleh Allah. KarenaAllah yang menciptakan manusia sepasang-sepasang.Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu!!!!!&lt;br /&gt;Delete It  &lt;a href="http://www.blogger.com/posts.g?blogID=15003343"&gt;Cancel&lt;/a&gt; Cancel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700742962221196?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700742962221196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700742962221196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700742962221196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700742962221196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/menikah.html' title='Menikah'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700701536301900</id><published>2005-08-21T08:29:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:30:15.370+07:00</updated><title type='text'>Bukan Dua Kaki</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Bukan Dua Kaki&lt;br /&gt;BUKAN DUA KAKI&gt;Shofa masih sibuk mengaduk-aduk masakan yang ada dalam panci. Tiba-tiba ia&gt;teringat, ini sudah jam 1 lewat. Segera ia menyalakan radio kecil yang&gt;berada di atas lemari makan dekat kompor. Shofa hampir tak pernah&gt;ketinggalan acara-acara yang diisi Ustadz Hanif. Setiap jam 5 pagi, sehabis&gt;Subuh, adalah acara rutin Shofa mendengarkan kuliah Subuh di Radio Al Quds.&gt;Shofa bahkan hafal jam berapa dan acara apa saja yang diisi oleh Ustadz&gt;Hanif. Hal ini sudah berlangsung tiga tahun lebih.&gt;Entah mengapa, Shofa merasa cocok sekali dengan ustadz yang satu ini. Kalau&gt;bicara tak pernah bertele-tele dan selalu mengena di hati. Apa saja yang&gt;dibahas pasti aktual, sesuai dengan masalah yang terjadi di sekitar. Kalau&gt;bicara tentang aqidah, Ustadz Hanif selalu tegas, tidak bisa ditawar-tawar.&gt;Tapi kalau membahas masalah ibadah, dengan sabar Ustad Hanif menjelaskan&gt;satu persatu pemecahan dari berbagai pendapat ulama. Biasanya ia&gt;merekomendasikan salah satu pemecahan yang punya dasar paling kuat. Walau&gt;begitu, ia tetap menyerahkan kepada pendengar, pendapat mana yang akan&gt;dipakai. Suatu penyelesaian yang cantik. Tidak fanatik terhadap satu&gt;pendapat tertentu.&gt;"Shofa belum pulang?" sapa Bu Arif, pengurus TPA tempat Shofa mengajar.&gt;Shofa menoleh, "Belum Bu. Masih memeriksa pekerjaan anak-anak."&gt;"Bisa mampir ke rumah? Bapak mau bicara. Katanya penting tuh!"&gt;"Sekarang Bu?"&gt;"Ya, kalau Shofa sedang tidak repot."&gt;&gt;Shofa membereskan kertas-kertas yang berserakan di atas karpet masjid lalu&gt;berjalan mengikuti Bu Arif. Rumah Bu Arif tidak jauh dari masjid tempat&gt;Shofa dan beberapa orang temannya mengajar anak-anak TPA. Hanya beberapa&gt;puluh meter saja. Pak Arif dan Bu Arif adalah orang yang peduli dengan&gt;masalah keagamaan di kompleks itu. Mereka mempelopori dibukanya TPA. Pak&gt;Arif juga selalu menghimbau bapak-bapak di kompleks untuk sholat berjamaah.&gt;"Assalamu'alaikum," ucap Shofa dan Bu Arif berbarengan.&gt;"Wa'alaikum salam," jawab Pak Arif dari dalam. "Silahkan masuk nak Shofa.&gt;Bagaimana nak Shofa, keadaan TPA sekarang?"&gt;"Alhamdulillah Pak. Anak-anak semakin rajin. Jarang ada yang bolos. Mereka&gt;cepat menyerap apa yang saya ajarkan." jawab Shofa.&gt;"Bagus! Bagus! Alhamdulillah." kata Pak Arif. "Begini nak Shofa, Bapak ingin&gt;bicara dengan nak Shofa bukan mau membahas TPA. Ada hal yang lain."&gt;Pak Arif terdiam. "Begini nak Shofa....Apakah nak Shofa sudah siap menikah?"&gt;Shofa tersenyum. "Niat sudah ada. Usia saya sudah cukup Pak. Tapi...belum&gt;ada jodohnya."&gt;"Hmmmm.......begitu ya," Pak Arif berdehem sambil mengelus-elus jenggotnya.&gt;"Bapak punya teman baik. Dia sangat sholeh dan sedang mencari pendamping&gt;hidup.Bapak dan Ibu berasa nak Shofa cocok dengan dia."&gt;"Ah Pak Arif bisa saja. Bagaimana Bapak tahu saya cocok dengan dia?" tanya&gt;Shofa tersipu.&gt;"Lho...Bapak dan Ibu kan sudah lama memperhatikan nak Shofa. Nak Shofa ini&gt;gadis yang sholehah dan pandai menjaga diri. Begitu pula dengan teman Bapak&gt;ini. Dia sholeh dan berakhlak baik. Nah...kalau begini, apa bukan cocok&gt;namanya? Iya tho Bu?" jelas Pak Arif.&gt;"Iya...iya!" Bu Arif manggut-manggit menimpali suaminya.&gt;"Kalau nak Shofa setuju, Bapak bisa ajak teman Bapak ke sin iuntuk&gt;dipertemukan dengan nak Shofa," Pak Arif melanjutkan. "Bagaimana nak Shofa?"&gt;"Bapak ini kok langsung main tanya. Bapak kan belum cerita yang mau&gt;dikenalkan ini siapa, bagaimana," tukas Bu Arif.&gt;"Wah...dari tadi Bapak belum cerita ya? Teman Bapak ini masih muda. Lulusan&gt;S1 dan S2 dari Al Azhar Kairo. Dia juga hafidz Quran."&gt;"Hafidz Quran?" gumam Shofa dalam hati. Salah satu doa yang ia panjatkan&gt;adalah mendapatkan pasangan hidup yang hafal Quran, karena ia sendiri sedang&gt;berusaha menjadi hafidzhoh.&gt;"Sehari-harinya dia bekerja di Lembaga Pengembangan Dakwah, mengajar di&gt;beberapa tempat, sering mengisi ceramah. Dia mengisi acara di radio Al&gt;Quds," papar Pak Arif.&gt;"Radio Al Quds? Saya pendengar setia Radio Al Quds lho Pak. Namanya siapa&gt;Pak, mungkin saja saya pernah mendengar," kata Shofa.&gt;"Namanya Hanif Ibrahim."&gt;Deg! Jantung Shofa serasa berhenti berdetak selama sepersekian detik. Nama&gt;itu demikian dikenalnya dalam tiga tahun terakhir ini. Nama itu adalah salah&gt;satu tempat dirinya menimba ilmu tentang ke-Islaman lewat radio. Tausiyah&gt;yang diucapkan nama itu pula yang membuat Shofa jadi banyak berpikir, lalu&gt;berhijrah dan memutuskan untuk menjadi muslimah yang kaffah.&gt;Bu Arif menangkap adanya perubahan pada rona wajah Shofa. "Ada apa Shofa?"&gt;"Saya sering mendengarkan beliau ceramah di radio."&gt;"Nah...jadi sebetulnya sudah kenal tho, walau pun cuma dari radio," Pak Arif&gt;terkekeh. "Bagaimana, kapan nak Shofa siap bertemu Hanif?"&gt;"Kapan saja, terserah Bapak. Tapi saya harus cerita dulu kepada Ibu tentang&gt;masalah ini," jawab Shofa.&gt;"Oohh....ibumu sudah tahu. Kami sudah cerita. Malah Ibumu bilang kami suruh&gt;langsung tanya saja ke nak Shofa. Ibumu setuju kok," ujar Pak Arif.&gt;Sepulangnya dari rumah kedua orang tua yang sudah dianggapnya keluarga itu,&gt;Shofa bagai tak percaya apa yang baru saja terjadi. "Benarkah Ustadz Hanif&gt;jodohku?" tanyanya dalam hati. Walaupun belum pernah bertemu, tapi Shofa&gt;merasa telah sangat mengenal Hanif. Diam-diam sebentuk kekaguman telah&gt;bersemayam dalam hatinya. Tidak ada cara lain bagi Shofa selain mengadukan&gt;permasalahannya ini kepada Allah. Dihabiskannya malam-malam panjang di atas&gt;sajadah dengan bermunajat.&gt;Dua bulan kemudian, tibalah saat pertemuan Shofa dengan Hanif. Hari itu&gt;Shofa tampak manis. Tubuhnya dibalut gamis biru dan jilbab lebar berwarna&gt;putih. Ia berjalan menuju rumah Pak Arif dengan penuh kemantapan hati, buah&gt;dari istikharahnya.&gt;"Assalamu'alaikum," Shofa mengucap salam di depan pintu.&gt;"Wa'alaikum salam. Nak Shofa ayo masuk. Pak Arif belum datang. Sedang&gt;menjemput Hanif," jawab Bu Arif. Sambil menunggu, Bu Arif memberikan&gt;wejangan bagaimana menjadi istri sholehah dengan mengutip beberapa ayat dan&gt;hadits. Shofa mendengarkan dengan takzim. Sesekali mengangguk.&gt;Tiba-tiba, pintu ruang tamu terbuka lebar. Lalu muncul sesuatu yang tak&gt;disangka-sangka. Sebuah kursi roda yang berjalan tersendat karena membentur&gt;pintu, sesosok tubuh dengan satu kaki yang duduk di atas kursi roda, dan Pak&gt;Arif yang mendorong kursi roda sambil tersenyum.&gt;Shofa terhenyak, memandang tak percaya. "Inikah Ustadz Hanif?" Berbagai&gt;gejolak rasa menyergap dengan cepat. Shofa berusaha menenangkan perasaannya.&gt;Suasana hening. Shofa bagai mampu mendengar suara detak jantungnya sendiri.&gt;"Nak Shofa, ini Hanif yang Bapak ceritakan dulu," kata Pak Arif memecah&gt;kesunyian.&gt;"Assalamu'alaikum dik Shofa," kata Hanif.&gt;"Wa'alaikum salam," jawab Shofa. Ah, suaranya tidak berberda dengan di&gt;radio. Tetap berkharisma.&gt;"Alhamdulillah, Allah mengijinkan kita untuk bertemu hari ini. Pak Arif&gt;mungkin sudah cerita, saya memang punya niat untuk melaksanakan sunnah&gt;Rasulullah yaitu menikah. Saya minta dicarikan calon oleh Pak Arif.&gt;Cuma....memang keadaan saya seperti ini. Sebulan yang lalu saya kecelakaan.&gt;Mobil saya tabrakan dengan truk. Tangan kiri saya lumpuh dan kaki kiri harus&gt;diamputasi. Apapun yang terjadi sudah kehendak Allah. Kaki saya memang tidak&gt;bisa kembali. Tapi tangan kiri saya sedang diterapi. Kata dokter kemungkinan&gt;besar bisa pulih. Insya Allah, saya pun ingin tidak terlalu lama bergantung&gt;pada kursi roda. Kalau sudah membaik, saya akan menggunakan kruk saja."&gt;Kata-kata mengalir deras dari bibir Hanif.&gt;Shofa mengangkat wajahnya sedikit dan melihat sekilas ke arah Hanif.&gt;"Subhanallah. Wajahnya tenang sekali. Bahkan berseri-seri. Ada keikhlasan&gt;yang terpancar dari wajahnya." bathin Shofa.&gt;"Saya tidak heran jika dik Shofa tidak berkenan dengan keadaan saya. Inilah&gt;saya. Mungkin saya yang terlalu berani tetap berniat menikah dengan&gt;kekurangan fisik saya. Tapi, justru dengan kondisi ini saya sangat&gt;membutuhkan kehadiran seorang istri."&gt;Shofa diam tak bergeming. Dihadapannya sekarang, duduk seorang laki-laki&gt;yang memiliki kelebihan-kelebihan yang didambakannya selama ini. Sosok&gt;seorang suami yang sempurna. Ilmu agamanya bagus, sholeh, berakhlak mulia,&gt;dan seorang hafidzh. Cita-cita Shofa adalah memiliki anak-anak yang menjadi&gt;generasi penghafal dan pengamal Quran. Bukankah ustadz Hanif adalah sosok&gt;yang tepat? Kekurangannya hanya satu, fisiknya cacat tak sempurna.&gt;"Hanif, mungkin nak Shofa belum bisa mengambil keputusan cepat-cepat. Dia&gt;tentunya perlu menimbang-nimbang. Kita beri saja waktu, mudah-mudahan nak&gt;Shofa bisa segera memberikan jawaban. Begitu ya nak Shofa?" Pak Arif&gt;berusaha menengahi suasana senyap di antara mereka.&gt;Shofa masih saja diam tak menjawab. Sibuk berdialog dengan bathinnya.&gt;Tiba-tiba saja Shofa mengangkat wajahnya. "Saya sudah sholat istikharah&gt;sejak pertama kali Pak Arif mau mengenalkan saya dengan Ustadz Hanif. Saya&gt;punya satu pertanyaan untuk Ustadz Hanif."&gt;"Silahkan dik Shofa, saya akan coba menjawab," kata Hanif.&gt;"Untuk dapat membawa istri dan anak-anaknya ke dalam surga, apakah seorang&gt;laki-laki harus mempunyai dua kaki?" tanya Shofa.&gt;Hanif tersenyum. "Tentu saja tidak. Bukan butuh dua kaki. Yang dibutuhkan&gt;adalah landasan aqidah, ibadah dan akhlak yang lurus dan kuat. Dan juga&gt;kemampuan untuk mendidik."&gt;Shofa memandang bergantian ke arah Pak Arif, Bu Arif dan Hanif. Bibirnya&gt;membiaskan senyum yang lebar.&gt;"Saya udah mantap. Saya tidak membutuhkan suami dengan dua kaki."&gt;"Alhamdulillah!" berbarengan Pak Arif, Bu Arif, dan Hanif berseru.&gt;&gt;&gt;Resepsi pernikahan baru saja usai. Shofa mendorong kursi roda Hanif menuju&gt;kamar pengantin. Kedua pengantin itu berwajah cerah ceria. Hanif begitu&gt;tampan dan gagah dengan jas dan kopiah hitam. Shofa tampak cantik, bergaun&gt;putih dan jilbab yang diberi rangkaian melati. Hanif meletakkan tangannya di&gt;atas kening istrinya, lalu membaca doa, "Dengan nama Allah, jauhkanlah kami&gt;dari syetan dan jauhkanlah dari syetan apa yang engkau rizkikan, anak-anak&gt;kepada kami."&gt;Shofa menggamit dan mencium tangan suaminya dengan takzim.&gt;"Kak Hanif, boleh Shofa mengutarakan sesuatu?" tanya Shofa.&gt;"Boleh. Apa itu?" Hanif tersenyum lebar.&gt;"Shofa cinta Kak Hanif karena Allah," Shofa bicara sambil menunduk&gt;malu-malu.&gt;"Kak Hanif juga cinta dik Shofa karena Allah." Hanif menyentuh dagu Shofa,&gt;mengangkat wajahnya. Mereka bertatapan. Lekat. Ada debur yang menggelora di&gt;jiwa mereka berdua. "Lho kok nunduk. Kita sudah resmi suami istri. Pandang&gt;kak Hanif dong!" Hanif menggoda Shofa.&gt;Shofa memandang Hanif tersipu.&gt;"Ayo kita sholat dulu," kata Hanif.&gt;"Shofa bantu kak Hanif wudhu ya," Shofa langsung beranjak dari duduknya dan&gt;mendorong kursi roda kekasih jiwanya ke kamar mandi.&gt;&gt;Bersama percikan air wudhu yang menetes, Allah tebarkan rahmat dan cinta di&gt;antara kedua mahluk kecintaan-Nya.&gt;(terinspirasi dari Syekh Ahmad Yasin yang tetap berjihad dari kursi roda&gt;hingga syahidnya.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700701536301900?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700701536301900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700701536301900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700701536301900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700701536301900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/bukan-dua-kaki.html' title='Bukan Dua Kaki'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700695318861191</id><published>2005-08-20T08:28:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:29:13.190+07:00</updated><title type='text'>I B U</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wbI B U&lt;br /&gt;To : Mba Puri...Thanxs for everything&lt;br /&gt;Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.Saat kau berumur 3 tahun, memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makanSaat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumahSaat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.Sebagai balasannya, kau berteriak "NGGAK MAU!!"Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai di keluar rumah.Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"Sebagai balasannya, kau jawab, "Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.Sebagai balasannya, kau katakan, "Aku tidak ingin seperti Ibu."Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu.Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.Sebagai balasannya, kau mengeluh, "Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai penikahanmu.Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.Sebagai balasannya, kau katakan padanya, "Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.Sebagai balasannya, kau jawab, "Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.".Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kauteringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datangmenghantam HATI mu bagaikan palu godam.JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700695318861191?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700695318861191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700695318861191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700695318861191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700695318861191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/i-b-u.html' title='I B U'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112700659655222798</id><published>2005-08-19T08:22:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T08:23:16.560+07:00</updated><title type='text'>Memberikan Pujian</title><content type='html'>Assalamuala&lt;br /&gt;Seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya di sudutjalan. Tolstoy, penulis besar Rusia yang kebetulanlewat di depannya, langsung berhenti dan mencobamencari uang logam di sakunya. Ternyata tak ada.Dengan amat sedih ia berkata, "Janganlah marahkepadaku, hai Saudaraku. Aku tidak bawa uang." Mendengar kata-kata itu, wajah pengemisberbinar-binar, dan ia menjawab, "Tak apa-apa Tuan.Saya gembira sekali, karena Anda menyebut sayasaudara.Ini pemberian yang sangat besar bagi saya." Setiap manusia, apapun latar belakangnya, memilikikesamaan yang mendasar: ingin dipuji, diakui,didengarkan dan dihormati. Kebutuhan ini sering terlupakan begitu saja. Banyakmanajer yang masih beranggapan bahwa orang hanyatermotivasi uang. Mereka lupa, nilai uanghanya bertahan sampai uang itu habis dibelanjakan. Inisesuai dengan teori Herzberg yang mengatakan bahwauang tak akan pernah mendatangkan kepuasan dalambekerja. Manusia bukan sekadar makhluk fisik, tapi juga makhlukspiritual yang membutuhkan sesuatu yang jauh lebihbernilai. Mereka butuh penghargaan dan pengakuan ataskontribusi mereka. Tak perlu sesuatu yang sulit ataumahal, ini bisa sesederhana pujian yang tulus. Namun, memberikan pujian ternyata bukan mudah. Jauh lebih mudah mengritik orang lain. Seorang kawan pernah mengatakan, "Bukannya saya takmau memuji bawahan, tapi saya benar-benar tak tahu apayang perlu saya puji. Kinerjanya begitu buruk ."Tahukah Anda kenapa kinerjanya begitu buruk?" sayabalik bertanya. "Karena Anda sama sekali tak pernahmemujinya!" Persoalannya, mengapa kita begitu sulit memberi pujianpada orang lain? Menurut saya, ada tiga hal penyebabnya, dan kesemuanyaberakar pada cara kita memandang orang lain. Pertama, kita tidak tulus mencintai mereka. Cinta kitabukanlah unconditional love, tetapi cinta bersyarat.Kita mencintai pasangan kita karena ia mengikutikemauan kita, kita mencintai anak-anak kita karenamereka berprestasi di sekolah, kita mengasihi bawahankita karena mereka memenuhi target pekerjaan yangtelah ditetapkan. Perhatikanlah kata-kata di atas: cinta bersyarat.Artinya, kalau syarat-syarat tidak terpenuhi, cintakita pun memudar. Padahal, cinta yang tulus sepertipepatah Perancis: L`amour n`est pas parce que maismalgre.Cinta adalah bukan "cinta karena", tetapi "cintawalaupun". Inilah cinta yang tulus, yang tanpa kondisidan persyaratan apapun. Cinta tanpa syarat adalah penjelmaan sikap Tuhan yangmemberikan rahmatNya tanpa pilih kasih. Cinta Tuhanadalah "cinta walaupun". Walaupun Anda mengingkarinikmatNya, Dia tetap memberikan kepada Anda. Lihatlahbagaimana Dia menumbuhkan bunga-bunga yang indah untukdapat dinikmati siapa saja tak peduli si baik atau sijahat. Dengan paradigma ini, Anda akan menjadimanusia yang tulus, yang senantiasa melihat sisipositif orang lain. Ini bisa memudahkan Anda memberipujian. Kesalahan kedua, kita lupa bahwa setiap manusia ituunik. Ada cerita mengenai seorang turis yang masuktoko barang unik dan antik. Ia berkata, "Tunjukkanpada saya barang paling unik dari semua yang ada disini!"Pemilik toko memeriksa ratusan barang: binatang keringberisi kapuk, tengkorak, burung yang diawetkan, kepalarusa, lalu berpaling ke turis dan berkata, "Barangyang paling unik di toko ini tak dapat disangkaladalahsaya sendiri!" Setiap manusia adalah unik, tak ada dua orang yangpersis sama. Kita sering menyamaratakan orang,sehingga membuat kita tak tertarik pada orang lain.Padahal, dengan menyadari bahwa tiap orang berbeda,kita akan berusaha mencari daya tarik dan inner beautysetiap orang. Dengan demikian, kita akan mudah sekalimemberi pujian. Kesalahan ketiga disebut paradigm paralysis. Kitasering gagal melihat orang lain secara apa adanya,karena kita terperangkap dalam paradigma yangkita buat sendiri mengenai orang itu. Tanpa disadarikita sering mengotak-ngotakkan orang. Kita menempatkanmereka dalam label-label: orang ini membosankan, orangitu menyebalkan, orang ini egois, orang itu maumenang sendiri. Inilah persoalannya: kita gagalmelihat setiap orang sebagai manusia yang "segar danbaru". Padahal, pasangan, anak, kawan, dan bawahankita yang sekarang bukanlah mereka yang kita lihatkemarin. Mereka berubah dan senantiasa baru dan segarsetiap saat. Penyakit yang kita alami, apalagi menghadapi orangyang sudah bertahun-tahun berinteraksi dengan kitaadalah 4 L (Lu Lagi, Lu Lagi -- bahasa Jakarta).Kita sudah merasa tahu, paham dan hafal mengenai orangitu. Kita menganggap tak ada lagi sesuatu yang barudari mereka. Maka, di hadapan kita mereka telahkehilangan daya tariknya. Sewaktu membuat tulisan ini, istri saya pun menyindirsaya dengan mengatakan bahwa saya tak terlalu seringlagi memujinya setelah kami menikah. Sebelum menikahdulu, saya tak pernah kehabisan bahan untuk memujinya.Sindiran ini, tentu, membuat saya tersipu-sipu danbenar-benar mati kutu. Pujian yang tulus merupakan penjelmaan Tuhan Yang MahaPengasih Lagi Maha Penyayang. Maka, ia mengandungenergi positif yang amat dahsyat. Saya telah mencobamenerapkan pujian dan ucapan terima kasih kepadaorang-orang yang saya jumpai: istri, pembantu yangmembukakan pagar setiap pagi, bawahan di kantor,resepsionis di kantor klien, tukang parkir, satpam,penjaga toko maupun petugas di jalan tol. Efeknya ternyata luar biasa. Pembantu bahkan menjawabucapan terima kasih saya dengan doa, "Hati-hati dijalan Pak!" Orang-orang yang saya jumpai jugasenantiasa memberi senyuman yang membahagiakan.Sepertinya mereka terbebas dari rutinitas pekerjaanyang menjemukan. Pujian memang mengandung energi yang bisa mencerahkan,memotivasi, membuat orang bahagia dan bersyukur. Yanglebih penting, membuat orang merasa dimanusiakan.Sumber: Indonesia Business Online, oleh ArvanPradiansyah - Penulis adalah dosen FISIP UniversitasIndonesia dan konsultan di Dunamis-FranklincoveyIndonesia. ikum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112700659655222798?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112700659655222798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112700659655222798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700659655222798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112700659655222798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/memberikan-pujian.html' title='Memberikan Pujian'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112668249121414551</id><published>2005-08-18T14:20:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T11:52:09.130+07:00</updated><title type='text'>LOVE IS UNSEEN</title><content type='html'>"Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ketika kita berciuman? Ini karena hal yang terindah di dunia TIDAK TERLIHAT Kita semua agak aneh ... dan hidup sendiri juga agak aneh ... Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita ... Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam keanehan serupa yang dinamakan CINTA&lt;br /&gt;Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan ... Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan ... Tapi ingatlah ... melepaskan BUKAN akhir dari dunia... melainkan awal suatu kehidupan baru ...&lt;br /&gt;Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari ... dan mereka yang telah mencoba ...karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka ...&lt;br /&gt;CINTA yang AGUNG? Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya ... Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia ... Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'&lt;br /&gt;Apabila cinta tidak berhasil ... BEBASKAN dirimu ... Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI Ingatlah ... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya tapi ...ketika cinta itu mati ... kamu TIDAK perlu mati bersamanya...&lt;br /&gt;Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang ... MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana ... dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri ... dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat TEMAN SEJATI ... Mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa ...' Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar ...' Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri...' Membuka pintu, meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkan saya masuk?'&lt;br /&gt;MENCINTAI ... BUKANlah bagaimana kamu melupakan ... melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN... BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan ... melainkan bagaimana kamu MENGERTI... BUKANlah apa yang kamu lihat ... melainkan apa yang kamu RASAKAN... BUKANlah bagaimana kamu melepaskan ... melainkan bagaimana kamu BERTAHAN...&lt;br /&gt;Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...dibandingkan menangis tersedu2 Air mata yang keluar dapat dihapus... sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang ... Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang .... Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia... dapat mencintai seseorang... LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri ... Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya... Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia... jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu Itulah CINTA SEJATI&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang yang 'tersedia; Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada disekelilingmu&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan 'seseorang'&lt;br /&gt;Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112668249121414551?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112668249121414551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112668249121414551&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112668249121414551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112668249121414551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/love-is-unseen.html' title='LOVE IS UNSEEN'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16248477.post-112666301095163750</id><published>2005-08-17T08:54:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T11:51:35.163+07:00</updated><title type='text'>Renungan Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Buat : Para Pencari Cinta SejatiKeep Trying &amp; Keep Praying, okeh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukanorang seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;2.Apalah artinya CINTA bila tak ada rasa SAYANG, apalah artinya SAYANG bila tak ada rasa SETIA, apalah artinya SETIA bila masih ada rasa CURIGA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;3. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;4.Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;5. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;6 Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;7. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan membawa berkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;8. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;9. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;10. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;11. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;12. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;13. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;14. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;15. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;16. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;17. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;18. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;19. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;20. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; 21. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16248477-112666301095163750?l=henny123.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://henny123.blogspot.com/feeds/112666301095163750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16248477&amp;postID=112666301095163750&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112666301095163750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16248477/posts/default/112666301095163750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://henny123.blogspot.com/2005/08/renungan-cinta.html' title='Renungan Cinta'/><author><name>Henny</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06461605106204770889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp3.blogger.com/___Kw_lYNl_8/RcrS0lv5ZYI/AAAAAAAAAAk/FJTXgIK7j1Y/s320/a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
